about


Anda bertanya kami menjawab, qqqq kaya iya aja yah.

setelah sekian lama berkecimpung di dunia pajak, menjawab apa yang mesti kujawab, mengajar ngasih tahu orang-orang apa itu pajak tapi heran kadang masih saja lupa. salah satu tujuanku membuat tulisan dalam blog ini adalah merefresh kembali pengetahuanku tentang pajak. jadi keuntungan lebih banyak padaku, saya hanya sedikit memberi kalau ada yang bertanya.

pajak, bagi sebagaian besar orang sangat menakutkan, bagi sebagian besar lagi malas bersinggungan dengan pajak, sebagian lagi tutup mata dan menghindar dari pajak. yah dapat kita maklumi semua keadaan itu. bagi saya sendiri masalah pajak adalah masalah update yang mesti terus menerus jika tidak, saya pun lekas bloon.

sembari duduk selonjor di bangku kesukaanku, saya seringkali menulis, menyadur dan menjiplak untuk di upload dalam blog ini. emang udara kota kembang cocok untuk sekedar membuat coretan-coretan ini. meskipun beribu ketikan tidak juga menghasilkan peluh. yah tidak ada keringat. uuuh enaknya tinggal di Bandung. yah meski kalau siang dibawah terik matahari tetep panas juga, tapi sedikit ngadem saja kita sudah mak nyes.

14 Balasan ke about

  1. zaidanzidna berkata:

    MEMBERI TANPA MEMINTA
    SAYA MENCOBA AKAN MENCARI SOLUSI PERMASALAHAN PERPAJAKAN YANG ANDA HADAPI SESUAI DENGAN KEMAMPUANKU.

  2. Timan Ng berkata:

    Mohon bantuannya,
    Perihal perhitungan penyusutan aktiva tetap
    untuk pelaporan pajak.
    Sebagai contoh :
    Aktiva (kelompok 1) diperoleh pada tanggal
    1 Oktober 2003
    Yang ingin saya tanyakan yaitu :
    Kapankah masa akhir pemakaian yang diakui
    menurut Pajak?
    (apakah dihitung berdasarkan
    bulanan yaitu pada 30 September 2007 atau
    dihitung berdasarkan tahunan yaitu pada
    31 Desemeber 2006)
    Thanks untuk bantuannya..

  3. doeytea berkata:

    Mas Zaidan (betul gak ya panggilannya?), tulisan pajak nya bagus-bagus. Tetap semangat dalam mensosialisasikan pajak kepada masyarakat. Saya mohon ijin linknya ya?

  4. zaidanzidna berkata:

    untuk aktiva yang diperoleh pada 1 oktober 2003, untuk tahun pajak 2003 dilakukan per bulan sejak bulan perolehan. berikutnya dapat per tahun kalau memang digunakan untuk masa pajak satu tahun.

    hal ini sesuai dengan pasal 11 UU PPh tahun 2007 yang bunyinya:
    “Pasal 11

    (1) Penyusutan atas pengeluaran untuk pembelian, pendirian, penambahan, perbaikan, atau
    perubahan harta berwujud, kecuali tanah yang berstatus hak milik, hak guna bangunan, hak
    guna usaha, dan hak pakai, yang dimiliki dan digunakan untuk mendapatkan, menagih, dan
    memelihara penghasilan yang mempunyai masa manfaat lebih dari 1 (satu) tahun dilakukan
    dalam bagian-bagian yang sama besar selama masa manfaat yang telah ditentukan bagi
    harta tersebut.

    (2) Penyusutan atas pengeluaran harta berwujud sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) selain
    bangunan, dapat juga dilakukan dalam bagian-bagian yang menurun selama masa manfaat,
    yang dihitung dengan cara menerapkan tarif penyusutan atas nilai sisa buku, dan pada akhir
    masa manfaat nilai sisa buku disusutkan sekaligus, dengan syarat dilakukan secara taat asas.

    (3) Penyusutan dimulai pada bulan dilakukannya pengeluaran, kecuali untuk harta yang masih
    dalam proses pengerjaan, penyusutannya dimulai pada bulan selesainya pengerjaan harta
    tersebut.

  5. zaidanzidna berkata:

    ok mas doeytea. you’re welcome

  6. wangky berkata:

    apakah blog ini dimiliki oleh ibunya zaidan…??? yang aktif sebagai nick Ummi! di dshnet…??

  7. dian berkata:

    Saya mau bertanya :
    Apakah faktur pajak yang cacat maksudnya disini
    faktur pajak yang sobek, salah ketik atau tidak
    ada cap perusahaan dapat menyebabkan faktur pajak itu ditolak oleh pihak KPP? sebelumnya terima kasih

  8. Ferdy berkata:

    apakah asuransi yang menggabungkan proteksi
    dan tabungan merupakan PKP atau dapat menjadi
    pengurangan atas PKP?

    Thanks & B. regds

  9. robertus berkata:

    Mas … Yang “””hal ini sesuai dengan pasal 11 UU PPh tahun 2007 yang bunyinya:”””

    Itu bisa di download di mana ya .. kasih tau donk linknya..
    Thks yaa

  10. Mo Prihatmo berkata:

    salam

    ada beberapa permasalahan seputar pajak yang ingin saya tanyakan kepada bapak, yaitu:
    1. benarkah jika kita sudah terdaftar sebagai wajib pajak maka kita sebagai pribadi berhutang seumur hidup kepada negara?
    2. benarkah dalam pembayaran “hutang” tsb harus melalui jalan yang berliku liku (ribet dengan syarat ini itu tanpa tentu) yang dalam prakteknya jika kita buta akan aturan pajak bisa terjebak dalam permainan mafia pajak?
    3. bagaimana menyisati permasalahan no 2?
    4. berkaitan dengan komponen pendaftaran NPWP, apa yang dimaksud dengan pph pasal 21, 25, dll yang tercantum dlm form pengajuan NPWP.
    5. bila saya sebagai seorang pedagang kecil dg modal dibawah 30jt dan omset per tahun +/- 300jt; dengan komponen biaya sewa konter, gaji karyawan, dll sebesar =/- 3,5jt/ bln; dan laba bersih per bln rata rata 2,5jt maka komponen apa saja yang terhitung dalam laporan bulanan dan atau tahunan ke kantor pajak. pasal apa saja yang di kenakan kepada saya selaku pemegang NPWP pribadi dengan status pemilik usaha.

    sekiranya itu dulu terima kasih atas jawabannya dikirimkan ke emai rpm_komp@yahoo.co.id

    ttd,
    Mo

  11. dwijo berkata:

    Halo mas Zaidan!

    Saya adalah mahasiswa Teknik Perkapalan FTUI. Saya ingin mengetahui segala macam pajak yang berlaku pada Kapal(bukan pesawat terbang). Ohiya kata dosen saya sistem perpajakan di Indonesia kurang mendukung dunia perkapalan ya?? Kalo bisa disebutkan juga mengapa hal itu dapat terjadi??
    Ohiya mas sekalian nih mau nanya, berapa sih besarnya pajak pembangunan Kapal dan pengiriman barang dengan kapal??
    Tolong saya yah mas, buat tugas kuliah nih……..!!

    Kalo bisa kirim saja langsung ke email saya di dwgu16@gmail.com

    Sebelumnya saya ucapkan banyak-banyak terimakasih kepada mas Zaidan!!

  12. ojan berkata:

    mas saya mahasiswa , saya mau minta komentar mas zaidanzidna tentang :
    Permasalahan penerapan PPN berkaitan dengan kondisi internal dan eksternal sektor pertanian yang belum kondusif. Pengenaan PPN pada produk primer pertanian (produk industri agro) seperti saat ini menimbulkan gangguan terhadap peningkatan kinerja sektor pertanian dan industri agro dalam bidang produksi, ekspor, nilai tambah dan kesejahteraan petani/nelayan. klo menurut mas zaidanzidna g mana…dan bagaimana penanggulangannya .?
    Sekiranya terima kasih atas jawabanya di kirimkan ke e-mail f402n_tlr@yahoo.co.id

  13. zaidanzidna berkata:

    Berdasarkan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1983 Tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang Dan Jasa Dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah Sebagaimana Telah Diubah Terakhir Dengan Undang-undang Nomor 18 Tahun 2000 :
    a. Pasal 1 angka 2, Barang adalah barang berwujud, yang menurut sifat atau hukumnya dapat
    berupa barang bergerak atau barang tidak bergerak, dan barang tidak berwujud.
    b. Pasal 1 angka 3, Barang Kena Pajak adalah barang sebagaimana dimaksud dalam angka 2
    yang dikenakan pajak berdasarkan Undang-undang ini.
    c. Pasal 1 angka 15 jo. Angka 14, Pengusaha Kena Pajak adalah orang pribadi atau badan yang
    melakukan penyerahan Barang Kena Pajak dan atau penyerahan Jasa Kena Pajak yang
    dikenakan pajak berdasarkan Undang-undang, tidak termasuk Pengusaha Kecil yang
    batasannya ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan, kecuali Pengusaha Kecil yang
    memilih untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak
    d. Pasal 3A ayat 1, Pengusaha yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak di dalam daerah
    Pabean impor Barang Kena Pajak, atau ekspor Barang Kena Pajak, wajib melaporkan
    usahanya untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak, dan wajib memungut, menyetor,
    dan melaporkan Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah yang
    terutang
    e. Pasal 4 huruf a menyatakan bahwa Pajak Pertambahan Nilai dikenakan atas penyerahan
    Barang Kena Pajak di dalam Daerah Pabean yang dilakukan oleh pengusaha
    f. Pasal 4 A ayat (2) tentang penetapan jenis barang yang tidak dikenakan Pajak Pertambahan
    Nilai, Barang hasil pertanian/perkebunan tidak termasuk dalam jenis barang yang tidak
    dikenakan Pajak Pertambahan Nilai.

    3. Berdasarkan pasal 16 B UU PPN jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2001 tentang impor dan atau
    Penyerahan Barang Kena Pajak Tertentu yang Bersifat Strategis yang Dibebaskan dari Pengenaan
    Pajak Pertambahan Nilai, yang berlaku mulai tanggal 1 Januari 2001 sebagaimana telah diubah
    terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 46 tahun 2003 mengatur antara lain :
    a. Pasal 1 angka 2 menyatakan bahwa Barang hasil pertanian adalah barang yang dihasilkan
    dari kegiatan usaha di bidang : pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan, perburuan
    atau penangkapan maupun penangkaran dan perikanan baik dari penangkapan atau
    budidaya.
    b. Pasal 2 ayat (2) huruf c menyatakan bahwa Atas penyerahan Barang Kena Pajak Tertentu
    yang bersifat strategis berupa barang hasil pertanian oleh petani atau kelompok petani
    dibebaskan dari pengenaan Pajak Pertambahan Nilai.
    c. Pasal 1 angka 3 menyatakan bahwa Petani adalah orang yang melakukan kegiatan usaha di
    bidang pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan, perburuan atau penangkapan,
    penangkaran, penangkapan atau budidaya perikanan.

    4. Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan tentang Batasan Pengusaha Kecil Pajak Pertambahan Nilai,
    yang dimaksud dengan Pengusaha Kecil adalah :
    a. Pasal 1 angka 1 Keputusan Menteri Keuangan Nomor 552/KMK.04/2000, Pengusaha yang
    selama satu tahun buku melakukan penyerahan Barang Kena Pajak dengan jumlah peredaran
    bruto tidak lebih dari Rp 360.000.000,- berlaku mulai tanggal 1 Januari 2001 sampai
    31 Desember 2003.
    b. Pasal 1 Keputusan Menteri Keuangan Nomor 571/KMK.03/2003, Pengusaha yang selama satu
    tahun buku melakukan penyerahan Barang Kena Pajak dan atau Jasa Kena Pajak dengan
    jumlah peredaran bruto dan atau penerimaan bruto tidak lebih dari Rp 600.000.000,- (enam
    ratus juta rupiah) berlaku mulai tanggal 1 Januari 2004 sampai sekarang.

    5. Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, serta memperhatikan isi surat Saudara dengan ini disampaikan
    bahwa :
    a. Produk primer hasil pertanian sebagaimana dimaksud di atas adalah Barang Kena Pajak
    sehingga atas setiap penyerahannya terutang PPN.
    b. Apabila produk primer hasil pertanian tersebut diserahkan oleh petani/kelompok petani
    dibebaskan dari pengenaan PPN.
    c. Apabila pengusaha teh hijau (selain petani/kelompok petani) memiliki peredaran bruto tidak
    lebih dari Rp 600.000.000,- (Rp 360.000.000,- sebelum 1 Januari 2004) dalam satu tahun
    buku, tidak diwajibkan kepadanya menjadi Pengusaha Kena Pajak, sehingga tidak terdapat
    kewajiban memungut, menyetor, melaporkan PPN yang terutang atas penyerahan teh hijau
    d. Namun apabila pengusaha teh hijau (selain petani/kelompok petani) memiliki peredaran bruto
    lebih dari Rp 600.000.000,- (Rp 360.000.000,- sebelum 1 Januari 2004) dalam satu tahun
    buku, diwajibkan kepadanya menjadi Pengusaha Kena Pajak, sehingga wajib untuk
    memungut, menyetor, melaporkan PPN yang terutang atas penyerahan teh hijau.

    semua peraturan perpajakan biasanya terkait dengan kebijakan pemerintah. Sebagian kebijakan yang diambil pemerintah memang bagi para pelaku usaha sektor pertanian sangat merepotkan. terutama mengatasi daya saing dari produk sejenis yang berasal dar luar negeri yang banyak mendapat subsidi dari pemerintahnya.

    Kebijakan ini lebih mengarah pada pencapaian target penerimaan apbn ke depan. Kebijakan jangka pendek. Tentu semoga ke depan kebijakan pemerintah di harapkan lebih benar-benar memperhatikan kepentingan sektor pertanian, karena Iindonesia merupakan negara agraris.

  14. uchi berkata:

    Ibu/bpk Zaidan,
    Mohon bantuan, sy mendapatkan pekerjaan cetakan, kemudian sy akan menyetorkan pajak dr pekerjaan tersebut, yg sy ingin tanyakan, bagaimana caranya mengisi faktur pajak? Krn sy tidak mengetahui no. Faktur yg harus dilengkapi.
    Terima kasih atas bantuannya

Komentar ditutup.