Pajak di penghujung tahun 2014


Di Penghujung tahun 2014, pemerintah dibayangi oleh rasa kekhawatiran akan tidak tercapainya target pajak yang diembankan kepada DJP. Seakan menohok dan memberikan tantangan kepada pemerintahan baru untuk menyentuh dan memperlakukan masalah pajak ini lebih dari segalanya. Betapa tidak karena negara ini sudah begitu tergantung dengan dana pajak yang terkumpul. Tanpa dana pajak maka jalannya pemerintahan akan limbung.

Sampai dengan akhir November saja penerimaan pajak hanya berkutat di kisaran 70%. Artinya dalam jangka yang hanya sebulan menarik sisa yang 30% adalah pekerjaan yang sangat berat kalau tidak mau dikatakan suatu upaya yang mustahil.

Kenapa dan Mengapa Target Pajak di tahun ini tidak tercapai, jawaban yang pasti adalah DJP memiliki jawabannya. Hanya sebagai pemerhati perpajakan saya hanya menduga dan mengira beberapa hal yang menjadi kegagalan dalam mencapai target.

  1. Target pajak yang dibebankan kepada DJP terlalu tinggi, pemerintah dalam hal ini tiap tahun selalu menaikkan target pajak dari tahun-tahun sebelumnya sebagai suatu konsekuensi pendanaan APBN yang cenderung naik setiap tahun. Kenaikan target ini tidak melihat kondisi ekonomi nasional dan dunia. Apakah berarti pemerintah tanpa perhitungan dalam menentukan target? Pasti punya hanya meleset saja.
  2. Pemasukan pajak dari sektor pertambangan yang hancur lebur karena adanya larangan pemerintah untuk melakukan ekspor bahan tambang mentah, menimbulkan perusahaan yang bergerak disektor pertambangan lagi berdarah-darah. Memperatahankan kelangsungan usaha adalah hal utama bagi perusahaan di sektor ini akibat kerugian yang mendera. Dengan keuangan yang rugi maka tidak ada pajak yang bisa dibayar, malah sebagian mungkin  mengajukan restitusi atas pembayaran pajak yang telah disetor.
  3. Konsentrasi DJP yang belum bergeser dari Wajib Pajak Besar untuk  menjadi tumpuan dan acuan dalam memenuhi target penerimaan pajak. Meskipun ada upaya-upaya kecil yang telah dilakukan DJP untuk mencari pemasukan diluar WP Besar.
  4. Banyak dari Obyek Pajak dan Wajib Pajak yang belum tersentuh pajak. Berapa persen dari WP yang terdaftar melaporkan SPT nya? Berapa persen dari yang melaporkan SPT mereka membayar pajak? persentasenya sangat kecil dari yang seharusnya. Apalagi dibandingkan antara yang membayar pada SPT nya dengan Jumlah penduduk yang potensial sudah wajib membayar pajak. Apakah DJP pernah memikirkan ini? Mungkin.
  5. Wajib Pajak Patuh didominasi oleh Wajib Pajak BUMN, artinya diluar BUMN atau BUMD tingkat kepatuhannya masih relatif kecil.
  6. Kerja kerja kerja moto pemerintahan baru mungkin belum melekat betul di DJP, sehingga target tidak tercapai, Coba tengok Pak Jokowi ke kantor ini mekanisme masuknya uang pajak  ke negara. Berapa orang yang terkait langsung dengan target penerimaan pajak yang dicanangkan. Lalu setelah tahu jumlahnya bagi dengan seluruh pegawai DJP. Dapat berapa persen kira2? Dapatkah Angka 20%? Berapakah yang sepantasnya ? Kenapa Begini dan Kenapa begitu mungkin akan terjawab.
  7. Perlu menciptakan Undang-Undang Perpajakan yang komprehensif yang memihak kepada kepentingan negara.
  8. Penyederhanaan Sistem Pelaporan Pajak (SPT) baik masa maupun tahunan, kami yang dilapangan sebagai contoh masih merasakan bagaimana sulitnya memindahkan laporan komersial ke pelaporan pajak yang dibakukan oleh DJP. Fokus seharusnya ke kami sebagai customer bukan kepada kepentingan DJP dalam pengadministrasian.
  9. Sedikit kemauan Pak Jokowi untuk mengatakan kepada para pembantunya bahwa kita perlu bersinergi dengan DJP. Nomor sembilan ini akan menjadi kunci yg paling penting dalam target-target pajak yang diinginkan.

 

Tentang zaidanzidna

learn together
Pos ini dipublikasikan di Tentang Pajak. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s