MAP


Berikut disampaikan tabel penyandingan MAP lama dan MAP baru untuk keperluan perekaman SSP :
 No.    MAP Lama   MAP Baru       Uraian

 1 0111     411121 Untuk Jenis Pajak PPh Pasal 21
 2 0112     411122 Untuk Jenis Pajak PPh Pasal 22
 3 0113     411123 Untuk Jenis Pajak PPh Pasal 22 Impor
 4 0113     411124 Untuk Jenis Pajak PPh Pasal 23   
 5 0115     411125 Untuk Jenis Pajak PPh Pasal 25/29 Orang Pribadi
 6 0116     411126 Untuk Jenis Pajak PPh Pasal 25/29 Badan
 7 0117     411127 Untuk Jenis Pajak PPh Pasal 26
 8 0118     411128 Untuk Jenis Pajak PPh Final dan Fiskal Luar Negeri
 9 0119     411129 Untuk Jenis Pajak PPh Non Migas Lainnya
 10 0121     411111 Untuk Jenis Pajak PPh Minyak Bumi
 11 0122     411112 Untuk Jenis Pajak PPh Gas Alam
 12 0128     411113 Untuk Jenis Pajak PPh Lainnya dari Minyak Bumi
 13 0129     411119 Untuk Jenis Pajak PPh Migas Lainnya
 14 0131     411211 Untuk Jenis Pajak PPN Dalam Negeri
 15 0132     411212 Untuk Jenis Pajak PPN Impor
 16 0133     411221 Untuk Jenis Pajak PPnBM Dalam Negeri
 17 0134     411222 Untuk Jenis Pajak PPnBM Impor
 18 0139     411219 Untuk Jenis Pajak PPN Lainnya
 19 0139     411229 Untuk Jenis Pajak PPnBM Lainnya
 20 0171     411611 Untuk Bea Meterai
 21 0175     411612 Untuk Penjualan Benda Meterai
 22 0172     411619 Untuk Pajak Tidak Langsung Lainnya
 23 0173     411621 Untuk Bunga Penagihan PPh
 24 0174     411622 Untuk Bunga Penagihan PPN
 25 0174     411623 Untuk Bunga Penagihan PPnBM
 26 0174     411624 Untuk Bunga Penagihan PTLL
 

Tentang zaidanzidna

learn together
Pos ini dipublikasikan di Tentang Pajak. Tandai permalink.

2 Balasan ke MAP

  1. Abraham Saladin berkata:

    Sebagai warga negara, saya tidak keberatan dengan semua peraturan pajak yang berlaku di Indonesia. Hanya pertanyaan saya mengapa saya tidak dapat merasakan hasil dari saya menjadi wajib pajak. Bukankah pajak yang diwajibkan kepada saya itu ditujukan untuk salah satunya adalah meningkatkan infrastruktur yang belum ada menjadi diadakan dan yang sudah ada ditingkatkan. Saya tidak merasakan itu semua. Kemudian belum pernah saya melihat ada audit pajak secara daerah (lingkup kecil) yang memperlihatkan berapa besar wajib pajak yang sudah di dapat dan bagaimana itu direalisasikan atau digunakan sehingga kami sebagai warga negara tahu ke mana perginya uang pajak tersebut.

  2. endang_rasyid berkata:

    Dear Sobat Rekan Abraham Saladin,
    Memang kadang-kadang kita menerima hasil tetapi saat menerima kita tidak merasa. Contoh jalan bisa dinikmati karena ada pemeliharaan dari hasil uang pajak, jalan dari desa terpencil sekarang sudah banyak yang terbuka karena pembangunan dari hasil uang pajak dll.
    Audit Pajak di daerah sudah dilaksanakan, dan uang pajak sudah di break down dari APBN ke daerah kembali berupa Dana Perimbangan, Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus, Dana Bantuan, Dana Darurat dll, padahal Daerah sendiri memiliki Dana PAD (Pendapatan Aseli Daerah).
    Wassallam,
    R. ENDANg RASYID, Drs, MBA.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s