Pajak di sekitar kita


Hampir setiap saat kita berhubungan dengan pajak.  Pajak selalu mengintai dari segal penjuru, di setiap lorong yang hendak kita lewati. Di setiap sudut dan ruangan yang hendak kita masuki.

Mungkin kita ngga sadar bahwa kita selalu berhubungan dengan pajak. Bisa jadi karena kita ngga tahu atau kita ngga mau tahu dengan kaitan aktivitas kita. Mungkin benar hanya orang yang meninggal saja yang mungkin tidak kena paja.

Contoh yang paling sering kita lakukan dan kita tidak sadari misalnya kalo kita makan di rumah makan maka kita dikenai pajak sebesar 10 %. Kita makan dikenai pajak? Ya kita dikenai yang namanya Pajak pembangunan sebesar 10% yang masuk ke kantong pemerintah daerah. Yang berarti kalo kita makan di jakarta yah berarti kita telah menyumbang sebesar 10% dari nilai total makanan yang kita makan untuk APBD pemda DKI.

Nah masalahnya apa semua uang yang kita sumbangkan ke pemda itu masuk ke kas pemda ? Belum tentu. Banyak kejadian jumlah yang di setor ke pemda dki hanya sebagian kecil saja, ko bisa? Berarti uang yang kita bayar lari kemana?

Uang yang kita bayar biasanya akan menjadi bagian yang akan dinikmati oleh para pengusaha makanan tersebut. Mereka menilap uang kita yang hak pemda. Caranya bagaimana? Biasanya para pengusaha makanan akan melakukan pelaporan yang tidak sebenarnya terhadap omzet penjualannya. Misalkan omzet penjualan sebenarnya 10 Milyar sebulan dilaporkan 500 juta sebulan, maka pengusaha makanan itu telah menipu kita dengan pajak yang masuk ke kantong pengusaha sebesar Rp 10% dikalikan 9,5 milyar yaitu sebesar 950 juta. wow.

Biasanya pengusaha juga menempuh jalan damai saja dengan petugas penagih pajak pembanguan dengan menyetor secara rutin tiap bulan tanpa memperhatikan jumlah omzet pengusaha. Tentunya petugas mendapat imbalan dari pengusaha sejumlah uang. Petugas tentu mau daripada dia hanya menikmati sebesar gaji yang diperolehnya tiap bulan secara rutin.

Tentang zaidanzidna

learn together
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Pajak di sekitar kita

  1. Anonim berkata:

    parah ya ga cuma rakyat yang nilep pjkak dari pemerintah tapi juga pengusaha dan pegawai pajak….indonesia…indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s